Renjana di Ujung Sandyakala


Entah sejak kapan kita mulai jarang berbicang.

mungkin,

saat aku mulai lelah berteriak

dan kau berhenti mendengar.

Atau mungkin,

saat aku dan kau sudah lupa bahwa kita punya indera.

Sekarang, kita sedang berada di hampa.

Tak ada medium untuk merambatkan asmaraloka di antara kita.

Atau, tak becus lagi kah ujung-ujung neuron yang terhubung ke reseptor kita?

Sehingga, tak tersampaikan pesanku ke hatimu dan terabai pesanmu oleh ku.

Renjana di ujung sandyakala.

Apakah akan benar-benar hilang di waktu berbintang?

Atau dengan rendah hati,

kita saling menyapa selamat pagi,

esok 

saat indah arunika.

(Smartkuriesiregar)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

model pembelajaran Quantum

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MATERIAL

Contoh BAB I tesis