Semu
Mungkin, Aku adalah gedung di pinggir jalan itu. Ketika kau melaju dalam kereta waktu itu, kau melihatku semakin jauh dan aku melihatmu meninggalkanku. Ketika itu, Kau enggan lambaikan tanganmu dan akupun begitu. Engganku dan engganmu terinersia dalam rasa tak ingin menyapa. Semakin lama, Kau semakin terlihat kecil ketika menuju ujung jalan itu dan mungkin kau juga melihatku begitu. Sementara itu, biru memanggil kelabu tumpahkan hujan dalam seru. Ahhh.. akhirnya kau tak lagi terlihat di ujung jalan dan akupun semakin tersamar oleh rintik yang semakin lebat. Basah. Menangis dipeluk hujan, didekap sepi dan suhu yang semakin dingin.